Perokok 2 Kali Ditegur Seorang TNI dengan Ramah, Malah Dibalas Menggebrak Meja. Endingnya Bikin Kapok…

Posted on

Bagi kalian yang tidak merokok, apakah sering merasa terganggu dengan asap rokok? Ada orang yang tidak merokok tapi dekat dengan seorang orang perokok tapi tidak masalah. (Cover: ilustrasi merokok)

Padahal baik perokok maupun perokok pasif ini punya efek yang sama bahayanya. Beberapa kasus kematian karena rokok sebenarnya juga sudah sering viral di media sosial.

Namun tampaknya perokok sendiri tak jera dan tak takut dengan bahayanya. Alih-alih menjaga sikap saat merokok, mereka justru marah ketika ditegur orang lain.

Sebagian perokok kadang marah ketika ditegur orang. Hal itu pula terjadi dalam cerita yang dialami oleh seorang anggota TNI.

Cerita ini tidak disampaikan langsung oleh anggota TNI yang bersangkutan. Cerita tersebut didapat dari pemilik akun Facebook bernama Indra Prihatna yang mengunggah ulang status seorang anggota TNI.

Indra Prihatna menyebarkan status tersebut ke grup KORAN GOJEK KELUHAN DRIVER CUSTOMER III pada Selasa (16/1/2018). Berikut cerita anggota TNI yang sudah 2 kali menegur perokok tapi tidak dihiraukan:

“Perokok Ngeyel, Bakal Trauma seumur hidup…

#copasdaristatusseorangpasukankhususTNI #kejadiansemalam

Untuk kesekian kalinya emosi ku di buatnya meletup-letup saat makan nasi goreng disebuah kaki lima bersama Isteri. Jadi bukan hanya sekali tapi sudah ketiga kalinya, oleh siapa…?? oleh ulah perokok.

Untuk pertama dan kedua kalinya ana pernah ribut gara-gara sebatang rokok yang menyala, ketika itu anak yang perempuan (waktu berusia 2 tahun) pernah tersundut rokok oleh seseorang, anak ana sampai menangis.

Karena tak bisa menahan emosi saat itu akhirnya gelut lah kita hingga si perokok punya gigi pecah kena pukul.

Dan malam ini, sebetulnya dan sebelumnya ana memang ada janji mau ajak isteri makan di salah satu resto kesukaan nya, akan tetapi qodarulloh tidak jadi, posisi sudah setengah jalan, isteri mengatakan “tidak mau pulang larut malam katanya kasihan anak-anak”.

Lalu beliau memilih makan nasi goreng di kaki lima… baiklah kita sepakat untuk cari tempat menepi. Kurang lebih 15 menit akhirnya kita berjumpa dengan sebuah gerobak yang cukup ramai dengan pengunjungnya. setelah menepikan mubil maka turun lah kita.

Ada 2 orang yang makan disitu, dan 6 orang lain nya memesan nya untuk di bungkus dibawa pulang. Ana tanya lagi isteri, mau di bungkus atau mau makan disini? disini katanya. baiklah ikut saja… biar senang. kita pesan…

20 menitan kita menunggu pesanan, setelah 6 orang lain nya bubar karena pesanan nya sudah terpenuhi, skip.. skip… skip… akhirnya pesanan ana dan juga isteri siap di sajikan.

Tinggal tersisa 2 orang lelaki yang sedang makan disitu juga sudah selesai makan, namun tidak jua pergi dari tempat malah menyalakan rokok…

Isteri ana merasa terganggu dengan asap rokoknya maka ana coba berdiplomasi dengan kedua orang tersebut agar mau pindah tempat jauh dari posisi kami… ana katakan dengan ramah:

“Abang abang bisa tolong pindah sebentar gak? asap rokoknya mengganggu kami sedang makan maaf…”

Memang dasar perokok itu bebal, diplomasi ana tak di gubrisnya, keduanya semakin asyik ngobrol sambil tertawa dengan rokok menyala dan asap yang mengepul.

Untuk yang kedua kalinya ana coba lagi, ana katakan:

“bang asap rokoknya mengganggu isteri saya sedang makan bisa pindah? … ” … – belum selesai ngomong – salah satu dari keduanya menggebrak meja tempat kami sedang makan, dan berkata dengan suara lantang:

“Elu makan makan aja gak usah berisik siapa yang suruh lu makan disini M0NY3T !!”

-serasa darah naik ke kepala- tak pikir panjang, akhirnya kepalan tangan melayang ke wajah nya, jatuh lah itu orang…

Mau ta injak dan ditangan ana juga sudah siap garpu, *saking kalapnya tidak sadar*, isteri dari balik badan meraih tangan ana sambil menahan.

-ending cerita-, mereka berdua pun pergi tanpa meminta maaf dan juga tidak membayar nasi goreng yang sudah di makan nya, ana pun meminta maaf kepada pemilik gerobak kaki lima atas keributan yang tidak di inginkan itu.

Dan tidak lupa pula ana bayar makanan yang tidak di bayar oleh kedua orang tersebut plus mengganti piring yang pecah.

Kami pun pulang, di perjalanan pulang sampai saat ini isteri masih minta maaf pada ana.”

Beberapa netizen memberikan komentar atas cerita tersebut.

“yang jelas perokok itu jagonya ngeles, jangan kan dengan orang lain dengan pasangan atau keluarga nya pun sama, makanya perokok cocok buka bimbel” tulis Ari Sigit.

“klo pke mulut kga kena wajar aja kena bogem mentah, apalagi di katain pke bahasa kasar ” tulis Adzillaraisya.

Entah kejadian ini benar-benar terjadi atau tidak.

Tapi cerita dari anggota TNI ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi perokok. Jika kalian masih tidak bisa berhenti merokok, sebaiknya jagalah sikap.

Jangan mengumbar apalagi sengaja mengarahkan asap rokok ke orang yang tidak perokok.

Bagaimana pendapat kalian?

Sumber: http://style.tribunnews.com/2018/01/16/seorang-tni-2-kali-menegur-perokok-dengan-ramah-tapi-dibalas-menggebrak-meja-endingnya-bikin-jera?page=all

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *